Aku tidak tahu lagi harus apa sekarang, mom masih tergolek lemah tanpa ada tanda-tanda peningkatan yang menunjukan perubahan yang berarti. ini sudah dua minggu mom koma, tuhan ini salah aku kaahh? ini hukuman untukku atau apa tuhan?
Dad berusaha meluluhkan hatiku, meminta maaf dengan berbagai cara. tapi, entah mengapa rasanya hatiku terkunci rapat sekali.. aku merasa harusnya dad tidak meminta maaf padaku, tapi kepada mom.. tapi sejujurnya aku sangat ingin memeluk dad dan berkata. aku takut degan keadaan saat ini...! aku merasa sepi dan hilang arah, tidak tahu harus bersandar dan mengeluh pada siapa lagi? aku hanya memiliki kedua sahabatku, bi inah, pak samin, puppy. sedangkan mark.. kabarnya dia sedang pergi ke bangkok berlibur entah dengan siapa akupun sudah sangat tidak perduli. dia hanya sampah di masa lalu yang harus aku buang dan aku lupakan!!
selama mom di rawat, nadia selalu menemaniku.. dia teramat sangat perhatian kepadaku, sedangkan kara bertugas sebagai informasi keadaan kampus, dua minggu aku dan nad tidak masuk kuliah.. dan kara yang membantu mengerjakan tugas dan keperluan kampus seperti absen colongan.
"saya perlu berbica penting dengan anak ibu dermata, apa ada disini?"
suara berat dokter membangunkan aku dengan sigap. yang kelelahan di ruang tunggu pasien depan ruangan kamar mom.
"yaa dok saya, apa yang ingin di bicarakan?"
"baiknya kita berbicara di ruangan saya saja ya."
aku mengikuti arah langkah dokter dari belakang, nad ingin menemani tapi aku tahan langkahnya menandakan aku bisa melakukannya sendiri. sepanjang lorong rumah sakit menuju ruangan dokter rasanya aku ingin meleleh,dengkul kakiku terasa bergemetar dan lemas, ingin mengeluarkan sedikit suara saja tidak ada tenaga. lalu tak sengaja aku melihat wajah ku di kaca-kaca ruangan yang mengkilap..astaga begitu kacaunya penampilanku, wajahku, rambutku sangat kacaaauuuuuu!! tidak ada waktu untuk memperhatikan diri, karena hanya satu yang aku fikirkan yaitu mom, mom dan mom.
"silakan duduk"
"iya, terimakasih dok."
"begini yaa, saya hanya ingin berbicara kepada anda bahwa kondisi kesehatan ibu dermata tidak ada perubahan. saya sudah lakukan apapun sebisa saya, saya sudah kerahkan semua kemampuan saya untuk menolong beliau. tapi saya ini hanya manusia dan hanya sebagai perantara. anda harus sadar semua yang terjadi kehendak tuhan."
"maksut dokter apa ya? saya tidak mengerti dok."
"baiknya anda banyak berdoa dan berusaha belajar menerima kenyataan apapun yang akan terjadi."
"kenyaataaaann a.aa..pa dokkk????"
"yaaaa....kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan anda. karena saya melihat dari sisi medis, kemungkinan kecil harapan pulihnya ibu dermata. maaf ini yang harus saya sampaikan."
aku langsung berdiri dan segera membuka pintu ruangan dokter, tidak perduli atas tidak sopannya aku telah meninggalkan dokter itu tanpa mengatakan sesuatu. nafasku terasa sesak, aku sungguh ingin berteriak sekali. aku berlari kencang namun seperti tidak berpijak pada bumi. air mata dengan sendirinya mengalir ke pipiku, aku kacauuu sungguh kacau..wanita yang selalu menemani aku kini hanya memiliki harapan kecil untuk hidup. ya tuhaaaannnnnn..jika ingin menghukum silakan hukumlah aku..silakan cabut nyawaku. jangan semua ini terjadi pada mom!!!!
aku masuk keruangan mom berbaring, aku goncang-goncangkan tubuh mom sambil memanggil namanya aku berteriak sekeras kerasnya agar mom terbangun dari tidurnya. tapi, mom tetap terpejam dan aku hanya membuat keadaan gaduh dan haru.
aku dibawa paksa keluar oleh para suster, aku hanya bisa menagis terisak-isak. di luar nad, bi inah, pak samin juga ikut menagis.
"nonnnnnn... non jangan seperti ini non, sabar ya non pasti nyonya sembuh non."
"iyaaaa allll.. jangan begini, inget kondisi badan lo al, nyokap lo juga akan sedih al.. dia pasti tau lo begini."
"gw cuma pengen nyokap gw bangun naaaadddd!!!!! lo ga ngerti peraasaan gw!"
tiba-tiba suster membawa ranjang dengan seorang pasien dalam keadaan kain putih menutipi sekujur tubuhnya dari ruangan kamar mom. aku tidak bisa mengucapkan kata-kata apapun, hanya menagis dan memanggil nama mom.
mom meninggal dunia, aku sangat terpukul dengan kenyataan ini. akhirnya aku tahu ternyata mom sebenarnya memang sudah meninggal, hanya karena peralatan dokter saja yang seolah-olah mom masih bernyawa.
kini aku alice yang hidup dengan sejuta masalah dan kenyataan yang pahit, aku alice yang belajar kuat dengan takdir di hadapanku!!
mom.. alice berdoa semoga mom dapat tempat paling terbaik disana disisi tuhan, melihat dan menajaga alice dari kejauhan dari tempat tuhan berada.maafkan semua kesalahan alice mom..seandainya alice di berikan kesempatan terakhir untuk menghabiskan waktu bersama mom, alice akan berusaha membuat mom menjadi ibu yang paling bahagia di dunia ini!!!
tapiii..kenyataanya berbeda sekarang alice sendiri,dan mom ada di surga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar