Aku merasakan malu dan kaget yang luar biasa? apa maksud ucapan orang-orang tentang diri ku? mengapa mereka melontarkan kata-kata itu, yang sama sekali salah aku tak seperti itu !!
dan.. siapa wanita itu? siapaaa?? aku sungguh menaruh curiga yang besar kepada Nad.
Aku segera melepaskan pelukan Nad. Mencari tisu di dalam tas. Membersihkan mukaku, Nad dan Kara mencoba membantu.
"are u ok alice?"
"apa yang ok kara??? lengket semuanya.. malu yang terutama !!"
"gw kaget banget al, kita ke toilet aja yu bersihin muka lo and baju lo."
"lo mau beli baju al? biar gw yang beliin buat lo deh, lo mau baju kaya apa? kaos atau apa gw beliin."
"gak perlu nad. bisa gw beli sendiri !!"
Sikap ku sungguh ketus, aku yakin Nad mengenal wanita sinting itu. Dugaan ku tak akan salah dan meleset. Untuk apa Nad bertingkah laku aneh, dan tiba-tiba semua begitu cepat terjadi. aku pun membersihkan wajahku, tak bisa aku menutupi kesah dan malu ini.
Nad memasang muka yang sangat menyesal dan Kara sibuk membantu aku.
"gw mau beli baju kar, mau kan temenin. tapi, ambil atm dulu."
"iya al..masa tega gw ninggalin lo sih."
"gak usah al !! pake uang gw aja dulu. lagi kalo ambil atm lama. keburu kering baju lo."
"thank you nad !! simpen aja uang lo. gw pake credit card aja, masih bisa kan?"
"kenapa sih lo jutek banget sama gw al? salah gw apa?"
"apaaaa?? nanya sana sama orang yang tadi ada di belakang kita."
"karna gw peluk lo? gw reflek.. gw.. maksud gw tuhhh gini.."
"aaaahhhh....simpen penjelasan lo !!"
"kenapa sih al? udah kok lo jadi ribut sama nad sih? jangan buat suasana kacau dan panas deh. mungkin nad emang cuma mau nenangin lo al."
"iya dehhhh..."
Aku langsung pergi keluar toilet berjalan sendiri meninggalkan mereka, dan mereka berjalan mengikuti di belakangku. Membiarkan aku sendiri dan tenang dahulu.
Masuk ke toko centro, langsung aku mencari baju apa saja. Tak perlu banyak memilih. Aku mengambil t-shirt merah polos.
Segera membayar dengan credit card, aku tak cukup uang jika harus membayar cash.
Tiba-tiba blackberry-ku berbunyi incoming call, dari rumah siapa ini? mom jarang sekali menggunakan telpon rumah,namun segera aku angkat.
"hallo.."
"haa..halooo..non..anu ini..bibi..itu non..."
"apa bi?"
"ituu non.. aduuh non alice anuuu."
"apa nya yang anu sih bi? yang jelas kalo ngomong dong."
"itu non.. nyonya, jatuh non dari tangga. jantungnya non kumat."
"......."
"nonnnn.. kok diem aja sih. denger gak? hallllooooo non."
"iyaaa.. mom sekarang di mana?"
"rumah sakit non..segera non kesana. kasihan nyonya.. lagi non gak pulang-pulang."
"rumah sakit mana bi?"
"pondok indah non."
Akupun jatoh duduk di depan kasir, lemas kakiku. Serasa sendi-dendi ototku terlepas dari dengkul. mom..i'm sorry !!
Nad pun kaget segera Nad dan Kara mengangkatku bangun untuk berdiri.
"kenapa al? lo kenapa?"
"iya al kenapa? lo sakit ya? kok pucet? telepon siapa tadi? mark ya? lo di apain?"
"buu..bukann..dari rumah. mom..masuk rumah sakit."
"hah? kenapa? kok bisa?"
"jatoh dari tangga, jantungnya kumat. tadi bi inah yang nelpon."
"ya allah al.. yaudah sekarang cepet lo ganti baju. nad lo ambil mobilnya kara. gw tunggu di luar lobby."
"mobil pake valet kar.."
"iyaa pokonya lo ambil mobil deh ke tempat valet nya CEPET !!"
"iyaaa..iyaa gw pergi."
Nad pun berlari mengambil mobil. Aku segera mengganti pakaianku. Panik rasanya aku tak menduga semua ini terjadi. mom..maafin Alice, gak maksud Alice ninggalin mom. Alice nyesel banget kalo tau ini akan terjadi. Tak hanya aku yang panik Nad dan Kara pun juga.
Selesai aku mengganti pakaian ku, aku dan Kara berlari menuju luar lobby.. sudah cepat aku berlari dengan Kara. Mengapa terasa jauh. Aku tak mampu menangis semua terasa begitu membuat aku kaget. Ini mimpi apa kenyataan ya? semua berturut-turut.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung berlari ke bagian informasi meninggalkan Kara dan Nad. Mom ada di ruang ICU. Aku segera berlari. Aku melihat Bi Inah dan Pak Samin di luar ruangan.. aku melambat gerakan lari ku, berjalan pelan dan pelan.. Bi Inah dan Pak Samin berdiri melihat kedatangan ku.
"non alice.."
"noooonnnn..."
Aku tak memperdulikan mereka, aku segera masuk ke ruang ICU. Memakai baju steril berwarna biru dan masker. Membuka pintu kamar mom di rawat. Aku terkejut dada ini berasa di tikam dengan bambu runcing. Mom tak berdaya dengan alat-alat medis di sekitarnya. Kepalanya di perban matanya tertutup hanya terdegar mesin pendeteksi detak jatung, dan suara desisan oksigen yang membantu mom bernafas. Suster menghampiri untuk mengingatkan jangan terlalu lama di dalam.
Aku menangis menghampiri mom.. aku menggenggam tangan mom, mencium pipinya dengan hati-hati takut mom terbangun.
"mom, alice disini..mom alice minta maaf mom. alice mau mom cepet sembuh."
Mom tak bangun bahkan tak ada gerakan sedikitpun.. perasaanku sungguh tak enak. Aku ke ruang suster jaga kamar ICU. Menanyakan kondisi mom.
"sus..bagaimana keadaan mom saya?"
"ibu anda mengalami pendarahan di bagian otak dalam, karena terjatuh dari tangga dan kondisi jantungnya sangat lemah untuk jelasnya segera nanti di tanyakan pada dokter yang menangani ibu Dermata."
"lalu kenapa mom tak merespon?"
"karena ibu anda koma."
Apa? apa ini sungguhan atau hanya bagian dari pelengkap seperti di sinetron? mom koma!!!
Aku sungguh tak percaya.. aku segera kembali ke ruangan tempat mom berbaring, berharap saat aku kembali mom sudah membuka matanya. Ternyata mata mom masih terutup posisi yang sama tanpa ada gerakan.
"mom..dengar suara alice? mom dengarkan? mom.. bangun. bisa kan dengar kata alice? bangun mom.. mom ga boleh disini. Alice mau pulang kerumah.. mom harus di rumah, Alice mau rambut Alice disisir mom.. Alice mau mom mematikan lampu kamar Alice disaat Alice sudah terlelap tidur. Alice mau shopping lagi sama mom. Ajak puppy ke pet shop untuk grooming. Bangun mom.."
Semua terasa percuma aku hanya mampu menangis terisak dengan menggengam tangan mom..
Aku teringat di saat aku masih umur lima tahun. Aom baru pulang dari luar kota dengan dad. Aku memang sudah biasa di tinggal oleh mom dan dad ke luar kota. Namun mom tidak pernah lupa menelepon dan menanyakan kabarku pada Bi Inah, setiap waktu meskipun dengan jarak yang jauh perhatian mom tak pernah berkurang.
Aku menggambar untuk mom.. aku menggambar dua perempuan yang satu besar yang satu kecil. Yang besar untuk mom yang kecil untuk aku.. dengan menjelaskan maksud gambar ku saat mom pulang aku dengan bangga memamerkan karya ku menjelaskan..
"mom, alice gambar ini untuk mom.. this is mom, and this is alice.. alice always love u mom. Alice sayang mom. Jangan tinggalin Alice lagi ya mom."
dan mom memelukku serta mencium kening ku. Berjanji tidak akan meninggalkan aku.
Bisakah aku mengulang semua itu sekarang, untuk mendengar perkataan mom. Suster menyuruhku ke luar waktu jenguk ku sudah habis. Aku memandangi mom.. mom mengeluarkan air mata aku menggenggam tangan mom dengan erat.
"mom..alice rasa mom merasakan genggaman alice, jika ya bangun mom.. alice yakin mom bisa kembali membuka mata. ingat mom.. kita akan terus bersama, dan mom janji tidak akan meninggalkan alice sendiri.. alice salah mom!! ninggalin mom alice salah.. im sorry mom."
Aku meninggalkan mom.. dengan berat hati. Tak sanggup melihat mom berbaring sendirian. MOM I LOVE YOU SO MUCH.. !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar