Semua perkataan Nad buat aku bingung? pacaran sama cewek, Nad sepertinya sinting. Aku yang disakitin Mark kenapa dia yang dapat goncangan jiwa dan rohani begitu ya?
Selama di perjalanan pulang aku biarkan pipi ku selalu basah. Menangis memang tidak sama sekali menyelesaikan masalah. Tapi, membuat aku lega. Serasa masalahku keluar dengan keluarnya air mata.
Sesampainya memarkirkan mobil ku di garasi, aku melihat mobil dad berada di halaman luar, otak ku langsung berfikir spontan. Tuhan belum menghentikan masalahku, masih banyak yang harus aku lewati.
Aku meniti kakiku perlahan memasuki rumah, terasa mengambang dan sangat lemas. Tiba-tiba suara yang tak asing terdengar memanggil namaku.
"al..sayang, sini nak mom mau bicara sama kamu. penting".
Aku sadar mom gak sendiri, ada dad di dekatnya.. sumpah demi apapun aku malas melihat sosok lelaki di hadapanku. Mark dan dad apa bedanya? sama-sama lelaki hidung belang yang telah mengkhianati perasaan wanita yang menyayanginya.
"yes mom"
"al..mom n dad tahu kamu sudah dewasa, mampu berfikir luas bahkan mungkin punya pendapat lain atas semua ini. Mom mau kamu memilih mom atau dad yang akan menemani hari-hari kamu seutuhnya?"
"maksud mom al harus memilih mau tinggal sama siapa? seakan-akan al yang mendapatkan hukuman atas masalah kalian? al, gak tau apa yang ada di benak mom n dad.. ok, al memang sudah dewasa tapi al gak bisa memilih. meskipun al tau dad salah.. al cukup tersiksa tiap hari jarang menghabiskan waktu dengan kalian. apa yang mom n dad rasa bila jadi al?"
"al, dad khilaf al.. maaf. Dad juga gatau harus bagaimana?"
"persetan dengan kata khilaf!!!! dad, yang al fikir adalah ayah terhebat ternyata gak semanis pikiran al."
"al..jaga omongan kamu!! dad ini orangtua kamu."
"hahahha..dad yang jaga kelakuan dad."
Akupun belari meninggalkan mom n dad di ruang keluarga dengan menangis, terasa mata ini panas selalu mengeluarkan air mata. Aku butuh perlindungan aku butuh kekuatan.
Aku mendengar keributan terjadi, aku mendengar mom menangis. Mom ini malaikat dari mana? begitu berusaha tegar dan biasa saja di hadapanku.. seolah ini hanya masalah sepele.
Aku kekamar, mengambil beberapa potong baju.
Aku berlari masuk ke mobil, nyalakan mesin dan mengklakson satpam agar membuka gerbang pagar tanpa bertele-tele.
Ke mana arahku? dimana aku? mau kemana aku? apa tujuanku? akupun tak tahu.. hanya melaju mengikuti jalan yang entah berujung dimana.
Sumpah aku butuh seseorang di sampingku, aku butuh penguat untuk ini. Aku butuh menenangkan diri.
Akhirnya aku pun berhenti di supermarket 7 eleven di daerah menteng, aku membeli air mineral dan sebotol beer. Sebenarnya aku tak terbiasa meminum minuman ini, aku tak suka beer!! tapi, entah mengapa rasanya aku ingin meminum beer.
Duduk di parkiran 7 eleven, dengan pintu mobil terbuka. Sebenarnya ingin duduk di bangku pembeli depan tokonya tapi sadar dengan mukaku yang pasti selecek baju tumpukan kerjaannya bi inah.
Aku mencari blackberry-ku di tas, aku ambil dan sudah ada tiga bbm dari mom, Nad dan Kara.
my mom
Alice, mom tau perasaan kamu sayang. tapi mohon jangan meninggalkan rumah begitu saja. kamu kemana al? mom khawatir. pulang al sayang..
alice dermata haris
i'm sorry mom.. aku gak bisa pulang. al pengen diluar, al ingin nenangin diri al. al harap mom ngerti, al bisa jaga diri baik-baik kok mom. love u mom.
Kara anisha
al cantik, jangan pikirin soal Mark ya. Lo jangan larut sama kesedihan lo. Soal cowo nanti gw kenalin sama temen-temennya denny deh hahhahah.. gw promosin lo ya? hhmm.. gw tau lo lagi butuh temen saat ini, tapi..maaf al gw ada janji sama denny. Jangan macem-macem ya al. hehehe
alice dermata haris
oke Kara, santai ajah aku gak apa-apa.
Nadhenn
al, keputusan lo mutusin Mark bagus!! awas kalo sampe lo balikan sama Mark gak akan gw kenal lo lagi.. kalo butuh gw bbm ato calling gw aja ya al..
Aku bingung harus membalas bbm nad apa? sikapnya tadi begitu ketus buat aku gak nyaman. Tapi, semua itu karena Nad gak mau liat aku di sakitin mark. Apa aku menghubungi Nad aja? untuk malam ini aku tak tau harus tidur dimana?
gak mungkin banget aku menghubungi mark si berengsek itu untuk menemani aku!!
sepi banget terasa hidup aku.. ya tuhan. akhirnya aku membalas bbm Nad.
alice dermata haris
Nad, dimana? butuh lo sekarang. gw di tameng.
PING!
nadhenn
Yooo..mau ke tempat gw aja nad? gw gak ada kendaraan ni heheh
lo aja yang kesini mobil gw lagi di bengkel, naik motor banyak debu
lagi juga lo pasti bawa mobil, gw tunggu.
alice dermata haris
OK !!!
Akupun bergegas melaju ke tempat Nad, arpartemen Nad. Semoga Nad tak bersikap seperti tadi siang di starbucks. Setelah Nad dan Kara aku tak tahu lagi aku harus mengadu pada siapa? harus minta kekuatan dari siapa? aku gak punya kakak atau adik, bahkan tante atau om pun jaraknya jauh dan aku tak terbiasa share dengan om dan tante ku.
Mau ke tempat oma? jauh banget di bandung bisa-bisa keburu bola mata aku copot gara-gara menangis sepanjang jakarta - bandung.
Aku menekan bell pintu apartemen Nad, lama Nad tak membuka pintu. Aku jongkok bersandar dan menundukan kepalaku di pintu apartemen Nad. Aku lemas sungguh lemas tak ada tenaga lagi. Tiba-tiba Nad memanggil aku, tapi suaranya dari lorong apartemen, tapi tak aku hiraukan. Aku lemas uantuk melihat siapa itu?.
Benar itu Nad dia menggenggam lenganku dan mengangakat badanku, membopong aku masuk ke apartemennya dan menempatkan aku di sofa depan tv.
"al, lo kenapa? lo baik-baik aja? sorry ya nunggu lama. Gw habis anterin temen gw pulang, cuma gw anter sampe bawah aja kok."
"gak kok nad, gw gak baik sangat gak baik nad."
"gw ambil lo minum dulu ya"
Nad bergegas ke dapur, aku melihat sekeliling aparetmen nad. Berantakan banget seperti habis ada konser metal, semua tak beraturan semuanya sangat berantakan. Baju di mana-mana. Makanan sisa, baju kotor dan bersih yang berserakan dimana-mana pun tak berbeda.
Aku melihat punggung Nad sedang di dapur, tinggi berbidang seperti badan cowo. Dia pun selalu menggunakan parfume aroma cowok. Dia terlihat sangat macho dengan kaos putih oblong gombrang juga celana jeans biru belel yang sudah robek-robek. Nad membuatkan aku susu putih hangat.
"nih al, biar tenang di minum dulu."
"thank you nad." aku menggenggam gelas bening tinggi pemberian Nad susu putih hangat aku minum tanpa perduli ini masih agak panas.
"wooooiii..kesambet? santai minumnya. Gak usah takut kehabisan, banyak kok al persediaan."
"hahah..haus nad. sialan lo"
Aku pun menceritakan masalah retaknya pernikahan mom n dad, Nad mengira aku masih sedih masalah Mark!! memang masih sedih juga sih, mengingat Mark dan dad buat aku ingin memuntahkan isi perutku ke muka dua lelaki itu.
Nad menggenggam tanganku, menarik tubuhku. Aku di peluk nad!! dia mengusap rambut sampai ke punggung ku, berusaha empati dan menenangkanku. Membuat aku merasa nyaman, dan benar aku nyaman.
"cukup ya al nagisnya, gak kasian sama mata lo?"
"iya nad"
Aku membalas pelukan nad, aku merasa kuat. Tiba-tiba aku merasa berat pada kelopak mata ku, sangat berat sekali. Aku pun memejamkan mata tanpa tersadar, Nad masih memelukku. Aku merasa Nad merenggangkan pelukannya, dan seperti ada yang menempel di pipi ku. Namun aku tak dapat protes dan membuka mata, badan ini sungguh lemah.
aku pun tertidur. lelap!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar