Senin, 14 Februari 2011

SATU JENIS ?

seperti biasa, pagi yang dingin buat aku bermalas-malasan untuk menyapa dunia. Masih jam segini, kuliah pun masih nanti siang, aahhhh perduli setan dengan kata TELATTTT. Telat lima belas menit juga gak akan di hukum berdiri di depan kelas. Memang masih SMA hahah.

Akhirnya aku pun bangun lebih siang, tanpa ba bi bu atau check blackberry-ku yang sedari tadi berbunyi dan bergetar. Aku tutup blackbarry ku dengan bantal.
aahhhhh.. sial mata aku sembab, menangis semalam membuat aku gak good looking nih. Bahkan anjing aku aja si puppy malas melihat wajahku, astaggaaa.. seburuk itu kah aku hanya gara-gara nangis semalaman hingga mampu merubah wajah ku.

Aku pun bergegas mempersiapkan diri, memoles wajah ku agak sedikit tebal supaya gak terlihat pucat. Turun ke meja makan. dan.. sunyiiiiiii sekali yang dari tadi aku liat hanya si puppy yg bolak-balik gak jelas, di meja hanya tersedia nasi goreng daging asap. Sehari-hari selalu begini, kalo gak roti tawar dengan aneka topping, atau nasi goreng dengan berbeda versi.

Aku pun duduk terdiam dalam hati begitu pilu menusuk ke rusuk rasanya hampir menembus paru-paru dan sebentar lagi membocorkan jantungku.
Terdengar suara samar dari arah dapur mngacaukan kesedihan hati ini.
"eh..non udah bangun ya? hari ini nasi goreng daging asap non. kata tuan sama nyonya, non harus makan ni. sebelum berangkat kuliah."
"iaa bakalan aku makan, sama meja makannya sama peralatan makannya asal ni nasi goreng pake daging kuda nil atau kecoak arab. bisa bi?'
"astaga non alice..nyebut non. bibi panggil ustad ya? buat non."
"good idea bi.. bilang sama ustad-nya bawa kelompok ngajinya. Buat abisin nasi goreng nih."

Aku pun tak menyentuh sedikitpun sarapan pagi itu, meninggalkan bi inah dengan begitu saja. Ga perduli dia mau manggil ustad atau gak. Aku terlanjur emosi di pagi ini, ini semua karena mark. yaa karna dia yang berengsek..yaa BERENGSEK dan sangat BERENGSEK!!!

Aku pun segera memacu mobil ku sambil mendengarkan musik yang mellow, lengkap dengan cuaca yang gerimis dan gelap mendung. Ini jam sepuluh pagi apa jam lima subuh sih?  lampu merah menyita waktu ku. Jalan ini memang selalu membuat siapun berubah menjadi monster, macetnya bisa sampai membuat orang numbuh taring.
Aku mengambil blackberry ku dari tas. Waaaaww ini bbm apa undangan nikahan? banyak banget deh.. aku hapus bbm yang gak penting langsung end chat aja.

Ada bbm dari mom :

My moms
alice sayang mom gak bisa nemenin sarapan, maaf ya. Mom harus pergi pagi-pagi sekali tanpa menyapa kamu. Mom mau ke pengadilan, mom maauuu... kamu tau kan? mom harap kamu bisa mengerti alice. maafkan mom ya.. maafkan dad juga.

Alice dermata haris
oke mom, no problem. Aku mampu mengerti, ambil apa saja keputusan yang terbaik. alice sayang mom n dad. kiss mom

Ohh duniaa... indah betul hari ini, aku putus dengan mark. Karena aku mengikuti dia masuk ke dalam hotel dengan seorang wanita cantik. Ya untuk apa lagi sepasang laki-laki dan perempuan masuk ke daalam hotel, dan saat itu pun aku memergoki mereka sedang.. aaahhhhh sial pahit sekali mengingatnya.
dan sekarang.. yaaa sekarang mom mengurus perceraian dengan dad, karena dad ketahuan selingkuh dengan sekertaris murahannya.
Kenapa di dunia ini lelaki begitu berengsek? salahkah aku menghujat ciptaan tuhan ynag berjenis laki-laki itu?.

Mobil pun melaju secepat kilat masuk tol karena sudah jam 12 lewat, aku terpaksa parkir di pinggir jalan dekat warung rokok dekat kampus. Perduli setan mau bnyak yang ngamuk atau apa laahh.. aku serahkan kunci mobil kepada satpam.
"pak, nih kunci mobil saya. itu mobinya parkirin ya? udah telat ni."
"ok, neng."
Sudah biasa aku seperti itu menyuruh satpam kampus parkirin mobil aku, daripada buang-buang waktu yang jelas-jelas tadi memang aku buang-buang waktu. Padahal tau sendiri Jakarta macet setiap hari. Bergegas aku tekan lift naik ke lantai empat. Di depan kelas aku melihat sosok ke dua sahabat aku. Nad dan Kara.
"belum masuk memang? atau gak ada dosen kok pada di sini?"
"pala lo ijo? noh dosennya. Gak boleh masuk udah lebih dari sepuluh menit kita telat, gara-gara gw jemput si dablek nadia ni."
"gw gak akan minta lo jemput kara, kalo si sialan alice. mau bales bbm gw."
"astaga, maaf nad. gw gak sempet baca bbm lo, gw pun kesiangan. yaudah kalo gak boleh masuk ngapain di sini? nunggu di usir? kantin aja yuk."
"gw males ke kantin gw mau ke mall atau cafe. lo kalo mau ke kantin sama kara sana."
"kok gt sih lo nad? yaudah, gw sama alice ikut lo. mau kan lo al?"
"pasti."

Kami pun bertiga nongkrong di starbucks salah satu mall daerah Senayan. Sepanjang perjalanan yang singkat kami hanya membisu, sepertinya kita bertiga sama-sama ada masalah. Jadi lebih baik diam. Aku memesan hot chocolate dan tiramisu, sedangkan Nad dan Kara memesan black coffe.

Kara memecahkan suasana hening, yang sudah tertutup asap rokok kita bertiga.
"alice, lo habis nangis ya al? bengkak tuh mata. kenapa lo?"
"heheh masa sihh..? gak kali cuma begadang ajah. semalem OTP sama mark ( on the phone )
"al, kalo mau bhong jangan di depan gw." jawab ketus Nad.

Kara dan aku cewek feminim, sedangkan Nad, dia berbeda. Dia cool punya gaya maskulin. Bahkan tak terlihat sisi ceweknya. Buah dada pun tak menonjol seperti aku dan Kara, aku berteman dengan mereka dari awal menjalani test masuk kampus. Sampe sekarang aku semester tiga.

"nad, ketus banget males gw ngomong sam lo. lagi emang bener gw OTP sama mark sok tau ihh nad." aku mentupi kejadian kemarin menutupi semua kebusukan Mark. Karena aku, malu karena mereka tak pernah setuju hubungan aku dengan mark. Terutama Nad, Nad paling malas dengar nama Mark.
"oya? lebih baik ketuslah di bandingkan nutupin perasaan. Kalo gak mau share mending cabut sana pergi dari hadapan gw."
Astagaaa...damn!! Nad, kenapa nih? biasanya kalo gini dia lagi bisa baca pikiran gw. Mau gak mau gw harus share sama mereka. Tanpa sadar dengan kata-kata Nad yang ketus aku menangis.
"nahh loh, nad. Alice nangis, lo si orang gak mau cerita di paksa. Abis makan buaya lo tadi pagi ketus banget sma al, kasian tau."
"kalo gw gak kasihan sama dia, gw bakalan gak perduli dia kenapa. Kara lo gak tau apa yang terjadi, lo mending diem."
Mau gak mau gw harus buka mulut nih, jelasin tentang gw dan Mark. Masalah mom n dad menyusul, nanti kalo sudah lebih enteng hati dan otak gw baru cerita soal mom n dad.
"ok, stop. jangan bikin malu disini, buat ni tempat jadi gak laku. gw mau share tapi.. jangan banyak kometar."
"iyaaa..al kita dengerin" hanya Kara yang mengiyakan. Terserah Nad mau jawab dalam hati juga.
"gw putus sama Mark, gw..gak kuat guys!! brengsek dia, diaa.." bla bla bla aku ceritakan tentang perselingkuhan Mark pada Kara dan Nad. Nad pun menjadi gahar, dia membakar dan menghisap dalam-dalam rokoknya, sedangkan Kara hanya mampu mengelus pundak ku.

"udah gw duga al, makanya gw maksa lo buat ngomong. Sengaja tadi gw minta lo jemput gw, sengaja gw mau telat dan gak masuk kelas karena tau lo telat hari ini."
"waahhhh..nad dukun ya? hebat banget. Coba nad ramal gw, gw sama Denny bakal awet gak?" Kara nyeletuk cairin suasana jadi lebih lucu, tapi sayangnya Nad gak terpengaruh lelucon ngeles bajaj nya si Kara.
"kok lo tau nad? kok lo bisa nebak semua itu?"
"al, gak sengaja gw liat lo lagi masuk ke hotel sendirian gw fikir lo mau check in sama Mark, kebetulan di depan hotel itu ada toko kue, gw lagi nemenin temen gw beli kue. Gak sengaja liat lo dan lo keluar dengan mark, dan disitu.. lo kelihatan kacau. Gw udah filling bgt al, dari awal gw pun gak suka sama Mark dan gak pernah suka dia jadi pacar lo."
"kenapaa?"
"kenapa? masih nanya kenapa? lo pikir pake otak lo dan gw pun yakin Mark masih banyak lagi kebejatannya di luar sana"

Seakan-akan Nad tahu segalanya, seperti memiliki pnengliahatan lebih seperti paranormal, dukun, orang pinter, tukang santet atau memang semua ini kebetulan dan sekedar tebak-tebakan Nad.

"sekarang gmn lo sama Mark, al?'
"puuutuuuss!!!"
"bagus al, keputusan bagus. meding pacaran ama cewe sekalian di banding sama cowok bejat begitu. untung apa cobaaa???"
"hah?? sembarangan nih nad kalo ngomomg. Jangan dengerin al, si nad lagi mabok kopi tuuhh."
"sama cewe? satu jenis dong"
Pikiran ku pun melambung entah kemana, berterbangan seperti asap rokok yang aku hembuskan ke udara.

2 komentar: