Selasa, 15 Februari 2011

SIAPA KAMU NAD?

Aku terbangun, mataku sungguh terasa berat dan perih. Ku buka mataku perlahan, lemah sekali badan ku tak berdaya. Ku lihat jendela dengan gorden terbuka sedikit, cahaya lampu kamar redup. Berusaha membuka mataku perlahan. "ini di kamar Nad." aku berkata dalam hati. Aku melihat sekeliling aku menemukan Nad tertidur di sofa kamar, astaga.. aku tamu tidur di ranjang milik Nad dan dia tidur di sofa kamar. Aku langsung bangun dan mendekati Nad, baru mau menyentuhnya dia sudah membuka matanya lebih cepat dari gerakanku.

"al..udah bangun? kan baru jam segini."
"ia nad..gw pusing banget deh, kok lo tidur di sofa kenapa?"
"hahahh..tempat tidurnya sempit al kalo gw tidur di samping lo."
"maaf nad, gw ga sopan ya? gw tamu aturan gw yang tidur di sofa."
"gak apa-apa, santai aja. ohhiya.. lo lumayan berat juga ya.. pinggang gw berasa encok ni. kayanya sekarang gw bisa goyang patah-patahnya si anisa bahar nih. gara-gara encok gw."
"berat? laahhh emang lo....."

Astaga tadi aku ingat, aku tak tertidur di sini. Aku berada di sofa depan tv apartemen Nad. kenapa sekarang ada di kamar Nad?? Nad memindahkan aku? untuk apa? mengapa dia tak biarkan aku tertidur di sofa depan tv saja.

"ia gw mindahin lo al..berat banget, untung gak ke jedot pinggiran pintu lo nya. gw sempoyongan tadi gendong lo."
"hah? ngapain juga lo pindahin gw nad? biarin aja gw tidur di sofa."
"yaaaa..gak tega lah gw. nanti kalo lo di angkut tukang pulung gimana? soalnya apartemen gw berantakan banget sebelas duabelas sama bantar gebang."
"ahahhahahah....gila imajinasi lo. iya apartemen lo berantakan banget nad, abis perang dunia lo?"
"iaa..males beresinnya, sebelum lo kesini tadi gw bikin video klip. yang banting barang-barang, buang apapun yang ada di depan mata."
"hahaha stres lo? serius nad?"
"heheh gak laahhh.."

Tiba-tiba Nad berdiri dari sofa dia berjalan ke depan lemari pakaian. Nad mengeluarkan kemeja putih lengan panjang yang besar juga handuk berwarna merah marun.

"al, mandi gih..abis mandi kita makan."
"mandi? memang ini jam berapa?"
"jam satu malam."
"hhaaahhhh??? hahahah dari tadi sore ya gw tidur?"
"iye kebo.. mandi sana atau cuci muka terus ganti baju sana, lo belom makan kan pasti al?"

Aku hanya menggeleng dan pergi ke kamar mandi dengan lemas, aku membiarkan diriku terpaku di depan kaca wastafel kamar mandi Nad. Berkaca melihat wajah ku yang tak karuan kusut, kucel, pucat.. dengan rambut yang ku ikat cepol tinggi.
dari luar aku mendengar suara Nad, sedang bicara sendiri..

Terdengar nad sedang melakukan percakapan di telepon dengan seseorang, terdengar Nad sangat emosi. Aku segera cuci muka dan berganti pakaian, dengan sangat pelan ku buka pintu kamar mandi. Aku melihat Nad berdiri menghadap ke luar jendela, menghisap rokok dan menggengam bir di tangannya. Aku binngung harus bagaimana? ingin menanyakan kenapa, tetapi takut Nad tidak ingin di ganggu. Tiba-tiba Nad berbicara dia mengetahui keberadaan aku di dekatnya.
"udah al mandinya? mau makan apa?"
"uu..dah nad, gw cuma cuci muka aja kok. Soalnya udah jam segini kalo mandi bisa sakit."
"hhmmm...mau makan di luar apa buat mie instan aja di sini."
"terserah lo aja Nad.'

Nad sama sekali tak berbalik badan, sikapnya dingin berusaha menetralisir emosinya. Berusaha tetap tenang, aku ingin menanyakan. Tapi..aku tahu Nad, dia tak seperti aku dan Kara. Nad tertutup sangat sulit memasuki pikirannya. Nad pun berjalan ke dapur tanpa menoleh sedikitpun, dia membuka laci-laci dapur, membuka kulkas, meletakan panci ke kompor.

"al, gw punya bahan spaghetti. mau kan makan masakan gw.. kalo gak enak muntahin aja atau buang ke closset. hahhaha.."
"hah? gak lah Nad. Bakalan gw makan meskipun gw bakal kejang-kejang dan masuk rumah sakit."
"gak segitu juga si al.. gila kali."

Aku dan Nad tertawa, mencoba saling menghibur. Nad sibuk memotong bawang bombay dan menumis daging untuk saus spaghetti nya dan aku hanya memperhatikan nad, ingin membantu tapi lebih baik aku duduk manis. Daripada harus mengacaukan masakan nad yang tak tahu hasil akhirnya bagaimana. Nad memang tinggal sendirian.  Mama nya telah meninggal sewaktu Nad masih kecil karena kecelakan. Papa nya bekerja di hotel batam, begitu saja yang aku tahu tentang Nad, dan kakanya telah menikah dan tinggal di Belanda bersama suami nya. sisa Nad yang sendirian di jakarta. 
"nad, lo gak kesepian sendirian di apatemen?"
"udah biasa al, gw dari SMA udah begini.. awalnya kesepian tapikan gw punya temen."
"hhmmm..gak mau punya pembantu buat urusin rumah lo?"
"gak suka al..lebih baik begini, kalo gw lagi dateng rajinnya juga rapih nih apartemen kaya istana boneka."

Nad sungguh menghiburku, ini yang aku butuhkan. Mampu membuat aku tertawa meskipun hanya sebentar. Nad telah menyelesaikan masakanya, ia memarut keju untuk sentuhan akhirnya. Wanginya sungguh harum sekali, tak jauh berbeda dengan wangi spaghetti di restoran.

"well done, this is it spaghetti ala ala nad." nad meletakan di meja makan, dua piring untuk aku dan nad.. makanan tengah malam menjelang subuh. Kami pun duduk berhadapan, dengan sekaleng softdrink untukku dan sekaleng bir untuk Nad.
"thank you nad, kayanya enak nihh.."
"oke, coba dulu al.." ternyata enak, tak seburuk yang dikatakan Nad. Tak seperti dugaanku.  Akupun menyantap dengan lahap, seharian ini aku belum makan.
"al..santai makannya. gimana rasanya? kalo mau muntah tuh di cucian piring aja al. Kalo butuh minyak angin atau obat bilang aja nanti gw ambilin."
"enakkkk naaddddd..enak banget hahahha.. lo bisa masak ya? baru tahu gw. 
Kara harus nyobain nih, pasti bisa nambah nih."
"aahh.. si kara di kasih makanan basi juga mau kali al.. hahhahahaha.. ohya, jadi gimana  lo bisa memilih? mau ikut siapa? mom atau dad?"
"gw gak memilih Nad.. kalo pun memilih kayanya mending kayak lo. Sendiri begini kayanya lebih asik dan seru."
"selagi masih bisa di pertahankan dan memaafkan si buat gw itu yang penting al. bukan saling meninggalkan."

Benar apa kata nad, aku harusnya memaafkan dad. Bagaimana pun juga dad adalah orangtuaku. Tapi itu tak semudah yang dikatakan, sulit untukku menerima kelakuan dad. Aku pasrah aku tak ada kekuatan terserah semuanya pada mom n dad!!

"al, tadi Kara telepon gw.. besok jam dua siang kara mau ketemu kita, di solaria pelangi.. lo mau?"
"oke Nad.. lagi gw belum ada niat buat nginjek rumah."
"tenangin aja diri lo dulu di sini.. gausah merasa segan. lo mau jalan keluar gak al?  biasanya kalau yang kaya lo ini. enak banget al kalo sambil di bawa ke lounge atau tempat clubbing. pas baget tuh pikiran mumet..beuuhhh ajib mau gak al?"
"nanti-nanti aja nad.. malah gw gak mood!! lemes banget badan gw sumpah. Boleh minta tolong gak nad?"
"oke kalo gak mau gak apa-apa, gw cuma menawarkan aja..minta tolong apa?"
"ambilin tas di mobil gw nad, isinya baju.. sama ada beer di mobil gw. Sengaja gw beli buat lo."
"ok...hah? tumben banget lo beliin gw beer. gak mungkin banget.."
"bener buat lo...heheh cepet sana."
Nad dan Kara tahu kalau aku tidak menyukai minuman beer, menurut aku itu aneh, rasanya seperti air seni kuda.. kalo mau minum lebih baik ya yang ber-alkahol dari pada beer. Aku, Nad, dan Kara juga suka menghabiskan malam di binar-binar lampu kota jakarta. Tapi kali ini aku malas.

Tak sengaja mataku tertuju pada satu titik, bingkai foto terbalik dekat jatuh di lantai samping sofa ruang tv. Aku merasa penasaran, dan apartemen Nad tak seperti berantakan karena seseorang malas dan jorok. Terkesan seperti telah terjadi keributan dan kekacauan.

Aku segera melihat bingkai foto yang tergeletak di lantai dengan posisi terbalik.
Astaga... ini foto aku, sendiri.. untuk apa nad membingkai foto ku? gak ada kerjaan? kalau foto ini berdua dengan nad, ataupun ber tiga dengan Kara mungkin ini tak jadi masalah rumit yang menimbulkan tanda tanya di otakku.
Aku meletakkan foto itu kembali di tempat aku menemukan, aku duduk di ruang tv, di sofa mataku terpejam. pusing kepala ku terasa berputar-putar, apa semua ini apa maksud Nad? siapa Nad itu?

6 komentar:

  1. Tulisan yang menarik tak sabar end of this story gimana...

    add ymku yah

    dfallasuf@yahoo.com

    :)

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak ya udah visit.
    heheheh iaaa aku masih pemula semoga bisa tetap lanjut..
    udah aku add.. makasih ya
    :)

    BalasHapus
  3. ini lanjutannya kapan ya ? jadi penasaran :D

    BalasHapus
  4. hahah sabar ya, malem ini di usahakan okeh :)

    BalasHapus
  5. cuma bisa ketawa deh baca yg ini hahahahhahahahahahhahahahaaaa

    BalasHapus